Pantauan.id – MANADO, Malam Qunut adalah 15 Hari Ramadan atau pertengahan bulan suci Ramadan yang diperingati dengan Tradisi Qunuu yang berasal dari Gorontalo dan masih di jalani oleh masyarakat Gorontalo yang ada di Kota Manado.
Salah satu perwakilan masyarakat Gorontalo yang ada di Kota Manado Amir Duda yang sering disapa Bang Kumis mengatakan bahwa tradisi Qunuu yang dilaksanakan pada hari ke 15 Ramadan adalah tradi yang sudah ada di Gorontalo sejak dari zaman dahulu kala yang dilaksanakan di Kecamatan Batudaa.
“Tradisi ini kami lakukan bukan hanya dimaknai untuk memperbanyak ibadah dan amalan serta beri’tikaf di mesjid, tapi juga dimanifestasikan dalam sebuah tradisi makan pisang dan kacang yang dilakoni oleh setiap keluarga,” ujar Amir, Kamis (6/4/2023).
Kata Kunut (bahasa Arab: Qunut) memiliki beberapa arti dan makna, di antaranya berdiri lama, diam, selalu taat, tunduk, doa dan khusyuk. Sedangkan secara istilah, kunut adalah doa yang dibaca seorang muslim dalam Sholat Subuh.
Pada bulan suci Ramadan,istilah Qunut dimulai pada 15 Ramadan yang mengindikasikan,bahwa umat Islam yang menunaikan ibadah puasa lebih khusuk lagi beribadah, melakukan itikaf di Mesjid, bermuhasabah dan memperbanyak amalan-amalan, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun amal shaleh lainnya seperti bersedekah, menyantuni anak yatim dan sebagainya.
Amir juga menambahkan sebagai sebuah tradisi yang di dalamnya mengandung nilai-nilai budaya, maka tradisi malam qunut dengan menikmati suguhan Pisang dan kacang ini, mengandung seberkas nilai untuk dimaknai dengan logika berpikir yang konstruktif.
“Budaya sebagaimana asal katanya yang berarti akal budi atau manifestasi dari kekuatan akal yang selanjutnya menjelma dalam berbagai bentuk ekspresi, termasuk pertunjukan selalu mengandung nilai-nilai pengajaran, memiliki muatan edukasi bagi eksistensi kemanusiaan,” katanya.
Pemaknaan terhadap tradisi malam kunut, dimana pisang dan kacang sebagai brandingnya ini, dilakukan melalui pendekatan bahasa, dalam hal ini bahasa Gorontalo.
