Satu Semester Lagi Manado Dipimpin Pemerintah Tak Serius Menata Kota

Bagikan Sekarang!

PantauanID- Mahyudin Damis, Akademisi, menyoroti masalah klasik kota Manado yang dianggapnya Sexy, Bahenol dan Fasung, tapi kini merusak pemandangan.

Sorotan dilayangkan kepada pemerintahan, yang dianggapnya diakhir masa jabatan tidak lagi serius menata kota. Hal itu karena tinggal beberapa bulan lagi, kursi 01 dan 02 Manado segera beralih ke Andrei Angouw dan Richard Sualang, sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado terpilih dengan perolehan suara terbanyak.

Bacaan Lainnya

“Ada satu semester lagi kita berhadapan dengan pemerintahan yang tak lagi serius menata kota yang sesungguhnya fasung, bahenol dan sexy ini,” tulisnya membalas postingan Lucky Datau.

Cibiran pedas tersebut diumbar alumnus Fispol Unsrat tersebut di khalayak luas, sebab belum lama ini pasar tradisional bersehati yang jadi andalan kota Manado dengan lokasi tepat di pinggir pantai, malah jadi Tempat Pembuangan (Sampah) darurat.

Diketahui “TPA Darurat” itu menampung sampah dari Pasar Pinasungkulan (karombasan) dan Bersehati, pasca perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru yang baru saja dilalui warga kota Manado. Selain itu, juga terdapat genangan air yang sudah menghijau dekat pelabuhan pariwisata ke Bunaken. Masalah ini sudah lama ada, tapi hingga kini tak ada upaya untuk mengatasi joroknya tempat itu.

Berdasarkan info yang didapat, Tertampungnya sampah di Pasar Bersehati, sebab mobil pengangkut sampah PD Pasar tidak cukup dan sebagian besar tertahan antrian yang disebabkan karena minimnya rasa tanggungjawab dari dinas terkait. Maka diambillah langkah menampung sementara produksi sampah dari dua pasar di Pasar Bersehati selagi menunggu proses bongkar sampah di TPA Sumompo.

Selain masalah turunnya kinerja kerja dari GS Vicky Lumentut dan Mor Bastian sebagai Walikota dan Wakil Walikota hingga akhir periode ini, dia juga menyoroti lamanya masa peralihan jabatan ke pimpinan baru.

“Ini juga, terlalu lama jarak waktu antara pelantikan walikota baru dan petahana menjabat,” ujarnya.

“Mestinya, hanya berselang dua minggu langsung lantik yang baru. Saya juga mengingatkan kepada Walikota dan Wawali yang baru agar tidak perlu berlama-lama larut dalam eforia berkepanjangan. Pemerintahan baru idealnya gaspoll setelah dilantik untuk pecahkan masalah klasik yang dihadapi kota Manado pasca pecahkan mitos double,” lanjutnya.(red)

Pos terkait