RATATOTOK, Pantauan.id – PT. Hakian Wellem Rumansi (PT. HWR mempertanyakan kapasitas kehadiran seorang pria bernama Nico Langi yang mendatangi lokasi perusahannya pada Kamis (27/2/2025).
Pimpinan PT. HWR melalui Kepala Teknik Tambang Wimbuh Mahargya mengatakan, pihaknya sempat merasa heran akan kedatangan pria bernama
Nico Langie bersama seorang wanita berinisial Ci Ghin, yang selama ini diketahui berpolemik dengan perusahaan.
“Pak Nico Langi mendatangi perusahan bersama Ci Ghin. Mereka mengatakan ingin bertemu manajemen PT. HWR karena ingin menanyakan tentang lahan yang berada dibagian Selatan PT. HWR,”
ujar Wimbuh Mahargya.
Saat bercerita-cerita pun sempat Nico Langi mengaku kerabat dekat Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie.
“Dalam pertemuan, Ci Ghin menyampaikan bahwa mereka akan melakukan penambangan di area yang belum dibebaskan oleh PT. HWR yang berlokasi di bagian Timur lokasi PT HWR yang diakui milik mereka,” tuturnya.
Menurut Wimbuh, pihak Perusahan pun sempat menjelaskan tentang status lahan
yang berada dibagian Selatan lokasi PT HWR. Lahan yang dimaksud oleh Nico Langi dan Ci Ghin ternyata kawasan yang dilindungi dan tidak boleh diperjualbelikan.
Sepak terjang oknum pria berinisial
Nico Langie yang membawa-bawa nama Kapolda ini pun dinilai sejumlah pihak sangat meresahkan dan terkesan menakut-nakuti pihak perusahaan dan juga masyarakat sekitar.
“Saat ini Kapolda Sulut Irjen Pol
Roycke Harry Langie sudah bekerja
dengan baik. Kalau ada yang sengaja membawa-nama beliau untuk kepentingan pribadi, harus segera disikapi Kapolda dengan tegas,” ujar salah seorang pemerhati sosial Sulut Terry Umboh.





