Pantauan.id, Manado – Dinas kesehatan kota Manado melalui Promosi Kesehatan (Promkes) melakukan sosialisasi ke masyarakat juga sekolah untuk mencegah penularan HIV.
Sosialisasi juga dilakukan oleh Puskesmas di kota,Manado
Plh. Kepala Dinas Kesehatan kota Manado, Bobby Kereh, SH di dampingi Kepala bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit dr. Sisilia Kumaat MPh kepada media ini menyampaikan data resmi penderita HIV Positif tahun 2021 sampai dengan 2023, Jumat (12/07/2024)
Tahun 2021 dari jumlah yang di tes 8282 positif HIV ada 135 atau sekitar 16 persen.
Tahun 2022 jumlah yang di tes 16152 ada 195 positif HIV atau 11 persen.
Tahun 2023, 15340 ada 238 yang positif HIV atau sekitar 15 persen.
Sedangkan tahun 2024 bulan Januari – Juni ada data sekitar 310.
Tapi data 310 ini didapat dari rumah sakit Prof, Kandauw dan rumah sakit lainnya yang belum di pilah.
Ia mengatakan, keseluruhan pasien RS Prof. Kandauw adalah rujukan dari Indonesia timur.
Karena belum di pilah, untuk kota Manado belum di ketahui jumlahnya dan datanya nanti di tarik di akhir tahun.
Lanjutnya, menyangkut data 101 pengidap HIV positif yang diberitakan beberapa media, ia tak bisa memberi komentar karena katanya, data yang resmi harus dari pemerintah.
“Torang juga tidak bisa menolak, bilang dorang salah tinggal media dan masyarakat yang berkesimpulan karena data resmi adalah yang harus di rilis dari pemerintah,” ucap Kereh.
Kereh mengatakan, dari data 101 pengidap dalam kurun waktu 6 bulan datanya dari mana dan hasil 101 itu indikatornya apa yang dipakai.
Harapan ke depan jumlah kasus penderita HIV menurun, berdasarkan data yang dipaparkan tadi 3 tahun terakhir.
Begitupun dengan kesadaran masyarakat tentang bagaimana upaya supaya tidak terjangkit HIV.
“Disarankan kepada masyarakat agar mengunakan alat kontrasepsi seperti kondom untuk hubungan yang beresiko,” ucap Bobby,Kereh
“Dan diminta untuk jangan mengunakan narkoba, apalagi narkoba yang menggunakan jarum suntik, karena penularan HIV AIDS, paling cepat tertular pada penggunaan jarum suntik”pungkas Bobby Kereh.
Sementara kabid dr, Sisilia Kumaat mengatakan, semakin banyak torang temukan kasus itu justru baik.
Karena akhirnya torang jadi tahu bahkan orang yang menderita HIV akhirnya tahu.
Kata Kumaat, kalau sekarang obat HIV, itu bahkan akan meningkatkan kwalitas hidup dan tidak akan sampai berujung pada kematian
Bahkan obat HIV semakin bagus sampai mencegah penularan.
“Jadi kalau orang sudah minum obat HIV secara teratur, dia punya replikasi virus HIV di dalam tubuh tidak terdeteksi oleh alat pemeriksaan tidak akan berpotensi menular.,” ucap Kumaat.
Jadi kata Kumaat, tujuan akhir dari torang pe tujuan penanggulangan HIV adalah menemukan kasus sebanyak-banyaknya.
“Begitu torang temukan kasus, dia tahu dia sakit, dia akan berobat dan begitu dia berobat maka rantai penularan justru akan terputus,” tegasnya.
Kata Kumaat, dari kemenkes justru dinas kesehatan Manado diberikan target temukan sebanyak banyaknya, dimana belasan ribu yang di tes jadi perluas layanan tes.
“Sekarang torang pelayanan tes di semua Puskesmas, semua ibu hamil dan yang beresiko di streaming HIV,” ucap Kumaat.
Ia mengatakan, HIV itu seperti fenomena gunung es, diatas kecil dan dibawah besar.
“Yang di bawah ini yang berusaha torang temukan,” ucap Kabid Kumaat.
“Begitu dorang muncul ke permukaan, torang intervensi, torang obati maka akan mencapai itu ending Aids in 2030, pungkas Kabid Kumaat. (fer)
