Pantauan.ID, Tomohon – Roots Day merupakan kegiatan kampanye pencegahan bullying (perundungan) yang diinisiasi oleh siswa Change Agent atau agen perubahan.
Berkaitan dengannya, SMA Negeri 1 Tomohon menggelar kegiatan Roots Day dengan Thema “Don’t Bully , Be A Friend” Jumat (27/10/23).
Kepala SMA Negeri 1 Tomohon, Maria R. Walukow, S.Pd, M.Hum mengatakan kegiatan Roots Day, siswa Change Agent atau agen perubahan di pilih oleh siswa lainnya
Ini karena dianggap mereka yang paling banyak berinteraksi dengan para teman-teman sebaya.
Katanya, Roots Day itu merupakan program unggulan SMA Negeri 1 Tomohon sebagai Sekolah Penggerak.
“Roots Day ini berfokus pada program anti perundungan. Jadi di harapkan bahwa sekolah kita ini bebas dari Perundungan,”ucap Walukow
“Dimana mengingat akhir-akhir ini angka kekerasan Perundungan yang terjadi termasuk di satuan pendidikan itu perlu mendapat perhatian serius,”ucap Walukow lebih lanjut.
Kata Walukow, Perundungan itu sendiri bermacam-macam yakni ada perundungan yang sifatnya fisik, psikis.
Ada perundungan yang herbal bahkan ada saiter bullying jadi menggunakan media untuk menindas.
“Itulah sebabnya sekolah menyikapi fenomena kekerasan Perundungan ini,”ungkap Wslukow.
Kata Walukow, kita menggiatkan melalui program unggulan sekolah dengan menetapkan bahwa tahun ini ada beberapa program yang dibuat, bagaimana menggiatkan kampanye anti perundungan.
Katanya lagi, di mulai dari sosialisasi secara umum kemudian ada fokus grup extension SGD ,kemudian ada bimtek yang di laksanakan khusus untuk guru , para pendidik dan para tenaga kependidikan .
Kemudian ada bimtek khusus untuk peserta didik yang memilih change agent atau agen perubahan.
Secara khusus ada 41 agen perubahan yang ada di SMA Negeri 1 Tomohon. yang terdiri atas peserta didk yang di pilih sebagai agen perubahan untuk menyebar berbagai perilaku positif anti perundungan.
Hari ini, agen perubahan itu sekarang lebih menyebar lagi untuk perilaku positif ke teman-temannya dengan melaksanakan Roots day.
Dimana di kegiatan yang ada pertama mulai dari deklarasi yang melibatkan komite sekolah supaya anti Perundungan ini bergerak bersama seluruh warga sekolah.
Setiap agen perubahan itu menebar / memilih 15 siswa lagi untuk menjadi agen-agen perubahan selanjutnya ini menjadi gerakan bersama.
Sekarang ini kita meningkatkan kolaborasi sebagai salah satu soft skill yang diharapkan oleh peserta didik sekarang.
Supaya ada kemampuan berkolaborasi, berfokus pada program anti perundungan.
“Dalam kolaborasi kebersamaan antar kelas ini ada lomba yel-yel yang menggabungkan dua kelas bersatu itu juga menjadi strategi supaya mereka bisa ada kebersamaan,
bersahabat baik dan itu sebagai strategi juga untuk mengurangi perundungan itu sendiri.
“Jadi bagian-bagian dari strategi untuk program anti bullyng yang di laksanakan sekolah,”tutur Walukow.
Target hari ini untuk Roots Day kita rancang mulai dari penampilan berbagai ekstra kurikuler sekolah seperti Dance, Display marching band, supaya lebih menarik.
“Intinya kita bergerak hari ini dengan Roots Day mengangkat Thema”DON’T BULLY ,BEA A FRIEND”,ungkap Walukow.
Di pilih salah satu Thema ,kemudian ada green yang besar penandatanganan deklarasi anti perundungan mapalus, dimana seluruh warga menanda tangani sebagai bentuk deklarasi bahwa kita bebas dari Perundungan.
“Inilah upaya sekolah dalam menjawab berbagai persoalan sekarang di dunia pendidikan, di masyarakat, supaya betul-betul pendidikan karakter yang mana bullying itu menjadi fenomena yang merebak di akhir-akhir ini. “ungkap Walukow.
Kata Walukow, kita melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan terutama mencegah.
“Jadi memang ada agen perubahan, ada juga tim pencegahan dan penanganan kekerasan sekolah yang anti perundungan mapalus SMA Negeri 1 Tomohon,”pungkas Walukow. (fer)





