Pantauan.ID, Manado- Belum lama ini terdengar kabar soal pengurangan jumlah Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja untuk kebersihan kota Manado. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Manado, Benny Parasan menilai jika pengurangan merupakan keputusan yang kurang tepat.
“Jadi minggu lalu dari THL kebersihan mereka datang, karena adanya pengurangan THL untuk kebersihan, kami berpikir bahwa tenaga keberihan ini adalah tenaga utama, ada digaris depan untuk kebersihan kota manado ini, mengapa mereka harus dikurangkan, itu jadi persoalan,” katanya saat diwawancarai media ini, Selasa (19/10/2021).
Dia juga menyayangkan pengurangan itu terjadi kepada para pekerja yang sudah mengabdi kepada pemerintah diatas 10 tahun.
“Ada yang bekerja diatas 10 tahun diberhentikan, ada SK Walikota yang disampaikan kepada camat-camat supaya ada pengurangan 10 persen THL kebersihan, katanya ada refokusing anggaran,” ucapnya.
Dengan alasan adanya refokusing anggaran dimasa Pandemi ini Parasan menilai baiknya bukan mengurangi para buruh pekerja.
“Dengan demikian dengan adanya pengurangan anggaran dimasa pandemi ini sebetulnya mereka jangan diberhentikan, karena perekonomian mereka lagi susah, mereka lagi sulit untuk mendapatkan sembako makanan dan sebagainya, sebetulnya harus disuruh mereka untuk bekerja,” ujarnya.
“Harusnya yang dikurangi yaitu proyek-proyek itu coba diberhentikan dahulu, biarkan THL dulu yang bekerja, kan ada peraturan tentang refokusing ini, antara lain untuk melihat kepentingan daripada masyarakat dulu diutamakan, bukan untuk kepentingan ada proyek dan sebagainya, memang ada proyek yang punya skala prioritas tetapi untuk pembangunan fisik ini diberhentikan dahulu. kalau perlu ada stimulus kepada THL ini,” lanjutnya.
Meski dia menilai ada beberapa lokasi tidak terlalu strategis dan bisa dilakukan pengurangan THL, namun secara manusiawi Parasan menyampaikan agar pemerintah tidak serta-merta memberhentikan pekerja lepas tersebut, karena dimasa keterpurukan perekonomian ini, banyak yang butuh pekerjaan.(red)





