Masalah Manado Selesai Jika AARS Lakukan Ini

Lucky Datau
Bagikan Sekarang!

Pantuan.ID- Lucky Datau, Legislator DPRD kota Manado, Kamis (1/7/2021) menjelaskan solusi yang harusnya dilakukan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang (AARS) untuk memajukan kota ini dengan penanganan berbagai masalah seperti; Drainase, Jalan Berlubang, Tata Kota, Sampah dan Penerangan Jalan peninggalan pemerintah lama agar nampak jauh lebih baik.

Menurut Datau, dana swakelola di Kota Manado untuk mengantisipasi berbagai hal-hal urgent sangat kecil.

Bacaan Lainnya

“Dana swakelola ini adalah dana yang siap, dana segar apabila ada hal-hal yang urgent. Masyarakat di satu Manado, 11 kecamatan, 87 kelurahan, 504 lingkungan berteriak tentang, jalan berlubang, drainase, pohon-pohon, dan semua ini, solusinya apa?, solusinya uang,” tegasnya.

Dia menyinggung soal penggunaan dana di dinas PUPR yang lebih berfokus pada proyek-proyek kepentingan.

“Ini PUPR lembaga yang membawahi infrastruktur kesiapan dana (Swakelola, red) ditahun-tahun sebelumnya ini cuma 5 persen dari jumlah berapa?, makanya setiap ada warga yang berteriak kita (Pemerintah, red) sulit mengantisipasi karena kehabisan uang, karena uangnya dihabiskan untuk proyek-proyek dadakan, proyek-proyek kepentingan oknum berdasi, jangan sampai pemerintah sekarang, mengambil cara-cara lama untuk membalas budi demi kepentingan politik, ini malapetaka untuk Manado,” bebernya.

Melalui berbagai hal tersebut, dia menyarankan Pemerintah untuk lebih objektif melihat kepentingan masyarakat yang begitu mendesak maka dia menyarankan untuk menaikkan angka persentasi dana Swakelola.

“Jadi paling tidak, dana swakelola di PUPR untuk kondisi Manado sekarang, minimal harus 50 persen untuk perubahan, jika diinduk APBD tahun 2020 bikin lebih besar lagi, untuk mengatisipasi permasalahan kota Manado, karna kota ini darurat semua, jadi agar Manado berubah signifikan jalan satu-satunya untuk infrasturktur, drainase ini ada di dana Swakelola,” ucapnya.

Hal itu berkaitan dengan temuan-temuan Datau sewaktu dia turun mengatasi permasalah di lapangan.

“Karena selama ini, teriakan dari dinas PUPR Kabid Binamarga dan Cipta Karya mereka mengatakan jika dana Swakelola mereka minim, ternyata untuk mengantisipasi polemik di setiap sudut kota Manado adalah dengan dana Swakelola,” terangnya.

Diapun membeberkan pengalaman saat mendapatkan mengunjungi salah satu provinsi ternama yang memiliki dana Swakelola berbanding langit dan bumi dengan kota Manado.

“Ini kesalahan pemerintah kita, saya pernah mengunjungi salah satu propinsi, saya sempat berkomunikasi dengan kadis PUPR mereka, beliau mengatakan dana Swakelolanya ada 40 persen, nah kenapa Manado hanya 5 persen, jadi kalau ada niat baik untuk perubahan Manado yang signifikan dana Swakelola harus dinaikkan,” katanya.

Penilaian Datau hingga dia mengatakan Manado memiliki masalah yang benar-benar urgent semua tak lepas dari bencana di tahun 2014 silam hingga sampai sekarang, berbagai titik di kota Manado terus diserang banjir.(red)

Pos terkait